Robot bertopeng biru

Renunganku buyar ketika suara dua orang manusia mendekat. Kutengokan kepalaku dan kemudia dibuat terpaku. Oh Tuhan…didepanku muncul pria yang sudah menjadi temanku sejak kecil namun kami sudah lama tidak bertemu.Terakhir bertemu adalah sepuluh tahun lalu ketika secara tidak sengaja saat aku menghabiskan waktu di salah satu coffeshop ternama dikotaku. Itupun cuma sekilas hanya saling bertatapan dan saling melempar senyum.Sungguh kumerindunya selama ini.
Sebuah kunci bergantung robot menyita perhatianku. Robotnya herwarna merah yang sudah memudar dengan balutan topeng warna biru.Sungguh tidak asing robot itu bagiku.Membuka lamunanku tentang cerita lama.
Wajah anak-anak yang bermain petak umpet lengkap dengan teriakan-teriakannya tampak jelas di mata dan telingaku seakan sedang menonton film dokumenter.Iya,dokumenter tentang masa kecilku.
Dan cerita tentang cinta monyet yang manis membuatku menelan ludah seperti meminum segelas es air madu ditengah panas yang menyengat.maknyus.
Dan ternyata pria itu kembali muncul.dihadapanku.
Teringat ketika kami mempertaruhkan mainan kesukaan kami untk diberikan pihak yang menang.Dan mainan kesukaanku adalah robot merah bertopeng biru yang sekarang tergantung di kunci yang dibawanya.
Wajahku merona memerah tanpa kendali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: